Archive for the ‘Culture’ Category

Proverbial Flower : Pepatah Bunga

Ada beberapa peribahasa Jepang yang menggunakan kata-kata bunga. Bunga dalam bahasa Jepang adalah “Hana” . Meskipun “Hana” juga berarti “hidung,” konteksnya tidak  menyebabkan banyak kebingungan. Karakter  yang  digunakan berbeda ketika menulis mereka dalam kanji.
Berikut adalah beberapa ekspresi yang menggunakan kata-kata bunga di dalamnya :
Iwanu ga hana言わぬが花

Secara harfiah diterjemahkan sebagai “Tidak berbicara adalah bunga.”  Kalau diartikan ke bahasa Indonesia , “Ada beberapa hal yang lebih baik ucapkan; Diam adalah emas.” Terjemahan yang kedua lebih sering kita dengar :p

Takane no hana 高嶺の花

Secara harfiah diterjemahkan sebagai “Bunga di puncak tinggi.” Itu berarti, “sesuatu dari jangkauan seseorang.” Beberapa hal yang indah untuk melihat, tetapi realistis, tidak ada cara anda bisa mendapatkan mereka. Objek mungkin sesuatu yang Anda inginkan sangat banyak, tetapi tidak bisa memilikinya.

Hana ni arashi 花に嵐

Ada pepatah Jepang yang terkenal, “Tsuki ni muragumo,  Hana ni Arashi (Awan di atas  bulan, badai di atas bunga)  .” CMIIW. Idiom Ini adalah versi singkat. Ini berarti bahwa hidup sering membawa kemalangan pada saat kebahagiaan besar.

Hana yori dango 花より団子

Secara harfiah diterjemahkan sebagai “kue daripada bunga.” Ini berarti bahwa praktis lebih disukai daripada estetika. Pada musim semi, Jepang secara tradisional pergi ke pedesaan atau taman untuk melihat bunga (hanami). Namun, mereka sering terlihat lebih tertarik untuk makan makanan atau minum alkohol daripada menghargai keindahan bunga-bunga. Hal ini menunjukkan bagian dari sifat manusia.

Tonari no hana wa akai 隣の花は赤い

Secara harfiah diterjemahkan sebagai “bunga tetangga merah.”Ini berarti bahwa rumput selalu lebih hijau di sisi lain. Ada juga yang lain berkata, “Tonari no shibafu wa Aoi (rumput tetangga yang hijau).” CMIIW

Advertisements

Sebuah kebiasaan umum di Jepang yaitu menawarkan kartu nama saat berkenalan dengan seseorang. Selain nama, biasanya pada kartu ditambahkan pula nama perusahaan, organisasi, status jabatan atau jenis pekerjaan, alamat kantor atau organisasi beserta nomor telepon ataupun faks. Biasanya, sebuah kartu juga menampilkan logo atau lambang perusahaan/organisasi.

Kartu nama  (meishi/名刺) orang Jepang biasanya mempunyai dua sisi yang menampilkan data diri si pemilik. Sisi depan dengan bahasa Jepang, sedangkan di sisi belakangnya dengan alfabet atau bahasa Inggris. Kartu nama yang paling umum di Jepang adalah yang berwarna krem, dengan tulisan yang dicetak hitam dengan karakter huruf Kanji.

Kartu nama biasanya digunakan pula sebagai “surat perkenalan”. Dalam hal ini, biasanya pada kartu ditambahkan catatan khusus yang dirasakan perlu antara yang memberi kartu dan yang akan diberikan kartu.

Tahukah Anda bagaimana tata cara bertukar kartu nama bisnis yang berlaku di Jepang? (andinirizky.com)

  1. Pertukaran kartu nama bisnis dilakukan berdiri.
  2. Yang menyerahkan kartu nama lebih dahulu: jika antara tamu dan penerima tamu, maka menurut sopan santun yang lebih dulu adalah si tamu. Atau yang lebih muda, atau lebih rendah jabatannya.
  3. Jika ada seorang yang memperkenalkan, maka yang lebih dulu menyerahkan kartu nama adalah orang yang diperkenalkan duluan.
  4. Menyerahkan kartu nama milik sendiri dengan tangan kanan. Menerima kartu nama orang dengan kedua tangan. Jika kebetulan sedang tidak bisa menerima dengan kedua tangan secara bersamaan, terima dulu dengan tangan kanan, lalu segera susul dengan tangan kiri sehingga terlihat memegangang kartu nama orang tersebut dengan kedua tangan.
  5. Pada saat menyerahkan kartu nama milik sendiri, sebutkan nama perusahaan, bagian tempat Anda bertugas, dan nama Anda dengan jelas.
  6. Saat menyerahkan kartu nama milik sendiri, arahnya harus yang bisa dibaca oleh penerima.
  7. Setelah Anda menghapalkan nama, jabatan, dan nama perusahaan orang tersebut, simpanlah kartu namanya di dalam tempat kartu nama (meishi ire/ 名刺入れ).
  8. Jika Anda tidak yakin cara membaca nama orang itu, silakan langsung bertanya. “Mohon maaf kalau tidak sopan, sudah betulkah saya membaca ini dengan Bapak/Ibu … ? “ “Shitsurei desu ga, ….sama to oyomi shite yoroshii desu ka?” 「 失礼ですが、○○様とお読みしてよろしいですか。」
  9. Jika menerima kartu nama dari beberapa orang sekaligus, boleh membariskan kartu nama mereka di atas meja untuk menghapalkan. Tetapi jangan lama-lama ya. Setelah itu segera simpan kartu nama di dalam tempat kartu nama yang disebut meishi ire / 名刺入れ. Menyimpan kartu nama orang lain langsung di dalam saku itu tidak sopan lho.
  10. Mencatat sesuatu di atas kartu nama orang lain saat orangnya ada di depan kita juga tidak sopan. Jikan ingin mencatat sesuatu, lakukan setelah orang itu sudah pergi.